Suatu siang hari minggu, di padepokan..

DG: Pak Joko kalau bicara suka buat orang bingung aja…

JL: Bingung itu tandanya Klik mau cerah mas… (sambil nyengir) 😀

DG: Maksudnya gimana Pak?

JL: Saat seorang menganggap dirinya Bingung, dia akan mencari untuk tidak bingung, mas..

DG: wah.. gak ngerti pak.. belum nyampai kali saya..

JL: Sampai ke mana, mas?, wong dari tadi mas dengan saya ada disini saja.. 😀

DG: he…he…he… bapak bisa aja… oh iya Pak, bagaimana kita mengetahui seorang guru telah tercerahkan atau mencapai pencerahan?

JL: Kenapa mas? kok tanya itu?

DG: iya.. pengen niru saja, kalau tahu kan, pak?

JL: gini mas… ingat pelajaran tentang guru dan murid? dan nasehat yang di berikan kepada murid? “hai murid.. ikuti ajaran gurumu, tapi jangan kau ikuti teladannya” itu nasehatnya dan penjabarannya, masih ingat kan?

DG: ingat pak…

JL: Nah.. mas david.. apa yang telah di ajarkan, lakukan saja.. misalnya suruh meditasi, iya lakukan saja.. sampai pada tahap tertentu, mas akan sendiri melihat tanda ternyata seorang guru mencapai cerah atau tidak.

DG: Apa tandanya pak?

JL: he…he…he… tandanya gampang.. ” Saat mas sudah mencapai pencerahan, dan melihat guru itu ternyata tidak berada dimana-mana, tapi RASA yang ada didalam dirimu akan bersyukur karena bisa ketemu dengannya. Mas akan menghargai sepenuh hati kepada guru..”

DG: maksudnya gimana pak? “tidak berada dimana-mana?”

JL: ingat tema suro yang lalu? (sambil membuat tanda) ~ ingat ini mas?

DG: iya pak.. “tak berhingga”

JL: iya itu.. “iyo ngono kuwi” 😀 😀 😀 :))

DG: :-B (bingung)

JL: 😀 dimakan singkongnya mas…

Salam Sejati

“Siapa yang bersungguh-sungguh,
akan menemukan yang dicarinya”

Bagaimana Tahu Cerah
Gantharwa