Memperlakukan Kekuasaan

Memperlakukan Kekuasaan Selasa Kliwon 8 Februari 1999 Oleh: Kiai Ganjel Jangan Lisensi diterima sebagai bagian yang formal, tapi haruslah secara kwalitas dalam Diri Kita. *Apakah Aku menerima Lisensi sebagai bagian yang formalitas atau berkwalitas?* Menjadi orang yang bahagia sebanarnya adalah

Subjectif

Subjectif Jumat Kliwon 10 Desember 1998 Oleh Kiai Ganjel “Kita harus subjektif karena kita adalah pemimpin, garam, ragi, terang, utusan/wakil Allah” Tapi subjektif yang salah kalau kita bodoh atau tidak mewakili Allah. Sudahkah Anda bisa Subjektif? Tingkatkan Kawruh!

Mengenai masalah Ruwatan

Mengenai masalah Ruwatan Selasa Kliwon 30 November 1998 Oleh: Kiai Ganjel Ruwatan itu adalah penyempurnaan atau juga penangkalan. Ruwat manusia karena tidak sempurna dengan cara ditukar dengan yang lainnya (sarana) Antara lain manusia yang diruwat: – anak satu-satunya – lima

Bingung

Bingung Jumat Kliwon 5 November 1998 Oleh: Kiai Ganjel Disalin: Kadhang Atma Jaya Utama Metode untuk menghadapi kebinggungan; kita harulah kembali ke basic lagi atau minimal kita harus berhenti sejenak atau meditasi. Lalu carilah kesalahannya dimana dan bagaiman memperbaikinya, maka

Junjung tinggi Hal Yang Baik

Junjung tinggi Hal Yang Baik Selasa Kliwon 26 Oktober 1998 Oleh Kiai Ganjel Dalam bahasa Jawa: “mikul duwur mendem jeruh” (rek. tolong dikoreksi kalau salah) Ini adalah peristiwa orang yang meninggal yang dipikul diatas kepala dan dikubur didalam tanah. Ini

Panggilan

Panggilan Jumat Kliwon 1 Oktober 1998 Oleh: Kiai Ganjel Tiga hal yang pokok dalam panggilan: 1. siapa aku, sehingga = ini menunjukan aku yang apa adanya 2. dipanggil = itu menunjukan suatu proses menuju ke 3. namaku = itu menunjukan

Siapa Yang Harus Aku Tolong

Siapa Yang Harus Aku Tolong Jumat Kliwon 27 Agustus 1998 Oleh: Kiai Ganjel Apakah setiap pemberian yang kita lakukan kepada orang yang menderita itu sudah benar? Mari kita tinjau dari pemberian itu sendiri: – pemberian itu tergantung apakah tulus atau

Kebenaran

Kebenaran Selasa Kliwon 15 desember 1997 Oleh: Kiai Ganjel Kebenaran. Secara manusiawi: sesuatu yang di anggap benar kalau sesuatu menjadi milikku (fakta yaitu dapat ditangkap dengan panca indra, hal ini merupakan kebenaran yang relative. Dimiliki itu ada beberapa hal: –