Obrolan Dengan Sang Guru
Disalin: Kadang Gondo Arum

Obrolan minggu siang di padepokan bersama Guru,
Lihatlah Yesus … Puncak kehidupan Yesus :
• dengan membuat keputusan: “ Jadilah kehendakMu”
• pelaksanaan dengan kesungguhan (wafat di kayu salib)
(orang yang sungguh2 taruhannya adalah nyawa….)
Cobalah intisarikan kedua hal diatas … (isi lisensi) Inilah yang menyebabkan kenapa Lisensi/Paten hebat …bila kita menghadapi masalah, gunakan pengertian ini karena dengan lisensi kita jadi tertinggi (tp tetap dibawah Allah)
“ tidak ada yang bisa menandingi orang yang menggunakan lisensi ”
“ pengertian itu takkan ada tanpa laku “

Tambahan:
Kalau kita berdoa/mendoakan orang lain tidak berarti kita memaksa Allah tapi membuat orang yang kita doakan spy mau membuka diri untuk kasih Allah atau kita tuntun dia spy ada di jalan yang benar … coba dengan mengontak roh-nya..
Bila kita mengontak roh orang yang sakit parah atau sekarat, langkah pertama adalah dengan pembebasan sementara dari pengaruh2 yang mengikat supaya diskusi kita dgn roh-nya bisa obyektif ..

Obrolan santai 9 November 2000 bersama Guru,
• perbedaan agama bukan untuk diperebutkan/dipertentangkan melainkan untuk self correction ..
• soal tipu menipu, menipu Allah tdk boleh tapi menipu orang bodoh boleh
• dalam perkawinan bermasalah, anak jangan dijadikan alat perang/kancah peperangan!
• mencintai Allah secara konkret yakni dengan mencintai segala yang menjadi milik-Nya
• selama kita mendekat pada-Nya kita tidak akan sakit secara fisik maupun rohani. Dalam cinta Allah (bersama dgn Allah) tidak ada penderitaan …
• yang bisa menolong diri sndiri ya diri sendiri .. caranya dgn menolong sesama karena pada hakikatnya menolong sesama = menolong diri sendiri
• kita harus selalu berada dalam kebersamaan dengan Allah
• untuk melihat sesuatu yang indah atau sempurna kita perlu melihat ketidaksempurnaan, supaya kita bias membandingkan, ternyata dibalik ketidaksempurnaan itu ada sesuatu yang sangat sempurna yakni Allah sendiri …
• manusia/diri kita ini merupakan sarana terbaik untuk kembali pada Allah, karena dlm wujud lahiriah manusia ada banyak fasilitas menuju kepada-Nya meskipun ada beberapa keterbatasan/ketidaksempurnaan.. makanya kita musti mencari dan bertemu Yang Maha Sempurna … Mumpung jadi manusia, ya harus baik baiklah …!!!
• nasib jiwa kita bergantung kedekatan kita dengan Allah
• ttg perbedaan agama: selama ini kita berkutat dgn maslah perbedaan agama padahal inti masalahnya terletak pada ‘pengkondisian’ yang kita alami sejak lahir sampai saat ini… tiap pribadi mengalami ‘pengkondisian’ yang berbeda beda jadi giliran bertemu bias saling bentrok, tidak cocok, lantas berebut kebenaran …
tambahan:
bila ingin tau wanginya bunga jangan hanya ingin dengar dari orang lain, cari sendiri bunganya lalu nikmati harumnya… sama hal-nya dgn mempertanyakan sorga… cari dan nikmati, masuk kedalamnya …
Obrolan tanggal 28 November 2000,
Lambang Gantharwa segitiga :
• cara memandang (sejauh kita memandang Allah)
• cara bersikap (sejauh kita berada)
• cara bertingkahlaku (sejauh kita ada)
cara bersikap: seperti Yesus, Maria, Paulus, Arjuna ..(total)
kesadaran: spt saat komunikasi antara Arjuna dan Sri Kresna (mengerti/sadar)
laku: berperan spt Arjuna yang akhirnya ikut berperang
semuanya “perlu kesadaan dan laku” juga “persiapan dan kesungguhan”

Inti ajaran Hindu : hukum karma (munduh wohing penggawe), tapi karena Allah itu Maha Baik&Maha Pengampun maka kita bisa lepas dr karma asal menjalankan doa 5 langkah: mengakui dosa, bertobat, mohon ampun, memperbaiki kesalahan dan bernadar kepada Allah sbg wujud syukur telah dpt berkat pengampunan..

Obrolan minggu siang dgn Guru,
Kita mempelajari dunia kebatinan/maya, bukan lantas kita lepas dari dunia nyata .. kehidupan ini indah, kita musti bisa melihat keindahan di dunia wadag ini, juga boleh menikmatinya tapi tidak lagi ada keterikatan .. idealnya adalah seimbang dan secukupnya ..

Obrolan Dengan Sang Guru

Comments are closed.

Gantharwa